Runtuhnya sosialisme dan perekonomian perencanaan sentral dibekas negara-negara Uni Soviet dan Eropa Timur menimbulkan sejumlah pertanyaan kerits bagi para pemerhati ideologi masa depan umat manusia. Apakah hal itu mewakili kehancuran sistem sosialis dan kemenangan tak terelakan bagi doktrin ekonomi Barat dan liberalisme politik seperti yang diklaim oleh kelompok antusias kapitalisme Barat yang menandai berakhirnya sejarah. Atau, hal itu hanyalah satu rentetan dari gelombang pasang surut sejarah yang tak pernah berakhir ? Apakah kejatuhan sosialisme itu sendiri berarti vindikasi bagi kappitalisme ? Jika sosialisme runtuh karena beban kontradiksi dan ketidakadilan, apakah itu berarti bahwa kapitalisme telah dapat mengatasi kontradiksi historisnya, ketidakadilan, dan kegagalan-kegagalannya ? Jika bangunannya sisialisme dalam beberapa hal disebabkan oleh kegagalan-kegagalan kapitalisme, bagaimana kejatuhannya itu bisa bermakna bahwa kegagalan-kegagalan kapitalisme (yang telah mendorong pencarian alternatif ) adalah ilusi ? Euforia pada saat jatuhnya dewa masih tetap menyisakan sejumlah pertanyaan kritis dalam benak mausia yang membutuhkan jawaban-jawaban yang tepat.
Islam dan Tantangan Ekonomi mewakili suatu upaya yang tepat dalam menjawab pertanyaan dan memberikan sugesti bahwa pencarian jawaban-jawaban tepat tidak harus terbatas pada pengalaman Barat, malahan dapat diperluas pada horizon religio-kultural yang lain. Hal itu mungkin akan membuka peluang-peluang baru yang radikal bagi kemanusiaan, jika akal pikiran yang tengah bertanya-tanya mau secara jujur dan objektif mengkaji kebaikan (merit) kepasrahan intelektual muslim bahwa jawaban-jawaban yang lebih memuaskan dan akurat bagi persoalan-persoalan ekonomi masa kini dapat ditemukan melalui pendekatan Islam.
Umat mausia di baawh kepemimpinan Barat, telah mengalami empat ideologi ekonomi utama dalam kurun tiga ratus tahun terakhir, yaitu kapitalisme, sosialisme, nasionalisme fasisme, dan negara kesejahteraan (welfare state). Semua ideologi tersebut didasarkan secara fundamental dan corak pada premis Barat bahwa agama dan moralitas tidak relevan untuk mengatasi problem-problem ekonomi umat manusia, sehingga urusan-urusan ekonomi lebih tepat kalau dipecahkan dengan menggunakan hukum-hukum perilaku ekonomi dan bukan ajaran moral tertentu.
Kapitalisme membangun rumahnya diatas prinsip usaha privat yang tak terbatas, motif mencari untung dan mekanisme pasar. Sosialisme membangun mileniumnya lewat BUMN, motivasi sosial, dan perekonomian perencanaan pusat. Fasisme merupakan raciakn antara kedua ideologi yang menghasilkan suatu kapitalisme negara yang digerakkan untuk mencapai pemenuhan kekuasaan dan petualangan militer. Negara kesejahteraan dibangun diatas suatu sistem ekonomi campuran, sebuah bentuk kapitalisme yang diracik dengan sejumput belas kasih sosialis. Meskipun terdapat prestasi-prestasi yang mencolok dalam bidang-bidang tertentu, ideologi-ideologi utama dunia ini telah gagal memecahkan problem-problem utama ekonomi umat manusia. Fasisme adalah ideologi pertama yang terperosok ke dalam kotak sampah sejarah. Ideologi terakhir yang runtuh adlah sosialisme. Adalah sangat bodoh bila kita menganggap dengan kejadian itu, kapitalisme dan negara kesejahteraan telah tervindikasi.
Krisis ekonomi masa kini masih tetap terasa mendalam dan mengkhawatirkan dan hanya dapat diabaikan dengan penderitaan yang memilukan. Ada sebuah keperluan mendesak bagi analisis objektif terhadap keseluruhan format ekonomi dengan suatu pandangan untuk mendapatkan pendekatan yang segar, yang mencari tujuan-tujuan efesiensi dan pemerataan sekaligus bagi seluruh umat manusia.
Karya Prof. M. Umer Chapra Islam dasn Tantangan Ekonomi mewakili upaya seperti itu. Dr. Chapra adalah ekonom profesional yang menimba ilmu di Universitas Karachi dan Minnesota. Beliau mempunyai pengalaman luas dalam mengajar dan riset di bidang ilmu ekonomi. Nama beliau selalu melekat dengan sejumlah lembaga-lembaaga riset akademik bergengsi seperti Institute of Development Economics and Central Institute of Islamic Research, Pakistan. Beliau telah mengajar pada Universitas Wisconsin, Plattvile, dan Kentucky, Lexington, USA. Selama dua puluh tahun terakhir, beliau tealh mengabdi sebagai ekonom senior Saudi Arabia Monotery Agency. Pengalaman telah memberikannya peuang unik untuk mereguk kedalaman sumur pengetahuan teoritis maupun aplikasi praktis ilmu ekonomi. Beliau menguasai betul perspektif pengetahuan Barat maupun Islam dalam ilmu ekonomi dan kemasyarakatan.
Dalam lima belas tahun terakhir, beliau secara mendalam terlibat dalam pengembangan pendekatan Islam pada ilmu ekonomi. Karyanya yang pertama, Towards a Just Monetary System (diterbitkan oleh Islmic Fondation, Leicester, 1985), memperoleh pujian di kalangan masyarakat akademik dunia Islam dan telah membawanya memperoleh medali bergengsi, yaitu Islamic Development Bank Award karena pengabdiannya pada ekonomi Islam (1990) dan King Faisal International Price untuk kajian Islam (1990). Dengan demikian Dr. Chapra adalah pakar yang kompete, yang dapat berbicara secara lebih fundamental, mengenai persoalan-persoalan sistem perekonomian saat ini.
Islam dan Tantangan Ekonomi merupakan hasil kerja riset dan renungan selam satu dekade. Dalam karya ilmiah ini, beliau mengkaji dengan kecanggihan dan ketelitian seorang pakar terhadap tiga sistem ekonomi Barat dan berakhir dengan suatu lembaran neraca realistis dari prestasi-prestasinya maupun kegagalan-kegagalannya. Beliau juga mengemukakan pendekatan Islam terhadap ekonomi dan persoalan-persoalannya serta mengajukan saran-saran konkret bagi restruturisasi perekonomian dunia muslim, sekaligus memperlihatkan jalan-jalan baru menuju perencanaan pembangunan. Secara lebih luas, resepnya bagi dunia muslim mengandung perencanaan pembangunan dibarengi dengan aplikasi filter moral yng secara sosial disepakati dalam mekanisme pasar, motivasi yang berbasis lebih luas bagi usaha-usaha ekonomi, dan reformasi sturuktural fundamental untuk membangun suatu kerangka kerja yang mendukung ke arah itu.
Dalam mengemukakan persoalan ini, Dr. Chapra telah bertindak sebagai seorang ilmuwan sosial yang terlatih (ahli) sekaligus sebagai seorang sarjana muslim yang obyektif. Penguasaannya terhadap sistem ekonomi kontemporer dan persoalan-persoalannya sangat menyeluruh dan komprehensif, presentasinya mengenai tatanan ekonomi Islam sangat akurat dan myakikan, kritiknya yang seimbang terhadap sistem Barat dan juga sisitem masyarakat muslim kontemporer dilakukan dengan gaya kesarjanaan yang sederhana, jelas, dan preskriptif. Islam dan Tantangan Ekonomi bukan hanya berbicara tentang teori. Namun, amat relevan bagi pembuat kebijakan, bukan saja dalam dunia muslim, tetapi juga bagi dunia keseluruhan.
Saya memprediksi Islam dan Tantangan Ekonomi akan menjadi sebuah buku standar sistem ekonomi kontemporer dan sebuah katalisator yang mendukung pendekatan Islam bagi solusi persoalan-persoalan ekonomi dunia muslim kontemporer.
Kontribusi unik Dr. Chapra terletak pada realisme pemikiran dan pendekatannya. Beliau mengidentifikasi masalah dengan jelas, beliau membahas pendekatan-pendekatan yang berlaku dengan jarak profesional, mengakui pencapaian pengalaman lain tanpa reserve dan menganalisis kegagalan-kegagalan tanpa berlebih-lebihan, pada saat yang sama beliau mengetengahkan alternatif Islam dengan penuh ketepatan tanpa apologi.
Dr. Chapra secara jelas telah mendemonstrasikan bahwa kebahagian tidak dpat dicapai melalui penguasaan materi semata-mata, dan bahwa efesiensi dan pemerataan dapat menjadi konsep yang operasional hanya bila hal itu didefinisikan kembali dalam konteks hubungannya dengan nilai-nilai moral dan struktur sosio-ekonomi. Pembahasannya merupakan anjuran bagi penemuan kembali manusia sebagai pusat dari usaha-usaha dan pemikiran-pemikiran ekonomi. Beliau memakai sarana-sarana analisis ekonomi seperti sarjana Barat menggunakannya.
Namun, kontribusi riilnya terletak pada usaha pemikiran kelas tinggi untuk membangun rumah baru bagi ilmu ekonomi yang tidak tercabut dari akar moralnya, dan usaha-usaha ekonomi dapat berlangsung dalam suatu kerangka kerja sosioekonomi yang menjamin alokasi yang efesien dan distribusi yang merata sekaligus. Bukan sekedar bagi segmen tertentu dari masyarakat kemanusiaan, tetapi bagi semuanya. Beliau mencoba mengangkat ilmu ekonomi meuju tahapan evolusi berikutnya, ketika menggambarkan sumber-sumber moralnya dan pengalaman-pengalaman empiris yang menyusuri beberapa kurun abad, yang barangkali dapat memainkan peranan penting menuju pemahaman kemanusiaan umum, bukan sekadar pencapaian materi bagi kalangan bergengsi saja. Jika ilmu ekonomi harus mencapai rahmat bagi manusia, suatu alat untuk mencapai kebahagiannya, maka dimensi yang hilang perlu ditemukan kembali. Islam dan Tantangan Ekonomi adalah suatu langkah ke depan menuju sebuah ilmu ekonomi masa depan.