Prima Wibawa http://kampungdamai.com Ungkapan sederhana dengan cita-cita yang luhur Sun, 5 Sep 2010 13:35:39 +0700 CMS KOMA v1.00 id http://kampungdamai.com http://kampungdamai.com/images/logo.gif Prima Wibawa Pondok Modern Darussalam Gontor http://kampungdamai.com/?pg=articles&article=30957 http://kampungdamai.com/?pg=articles&article=30957 Mon, 26 Apr 2010 08:52:09 +0700 Prima Wibawa Dokumenter http://kampungdamai.com/?pg=articles&article=30957

]]>
http://kampungdamai.com/rss-comments/
Memorable Class http://kampungdamai.com/?pg=articles&article=32245 http://kampungdamai.com/?pg=articles&article=32245 Sun, 25 Apr 2010 20:15:08 +0700 Prima Wibawa Dokumenter http://kampungdamai.com/?pg=articles&article=32245

]]>
http://kampungdamai.com/rss-comments/
Bank Islam dan Perkembangan Perbankan Modern http://kampungdamai.com/?pg=articles&article=32186 http://kampungdamai.com/?pg=articles&article=32186 Sun, 25 Apr 2010 12:18:33 +0700 Prima Wibawa Ilmu Ekonomi http://kampungdamai.com/?pg=articles&article=32186

Bebicara tentang perekonomian, tentu tidak akan lepas dari masalah perbankan. Sejauh yang kita kenal, perbankan konvensional mendasarkan opersinya pada sistim bunga, yang identik dengan riba. Padahal, dalam Islam riba dilarang. Oleh karena itu perlu perbankan alternatif dalam perekonomian yang sesuai dengan syariat Islam.

            Bank-bank Islam modern mulai bermunculan pada dekade 1960-an. Meski begitu, aktifitas perbankan telah dimulai sejak zaman Rasulullah. Sebelum diutus menjadi Rasul, karena kejujurannya. Nabi Muhammad s.a.w. dikenal sebagai Al-Amin. Beliau dipercaya menyimpan segala deposit oleh orang banyak sehingga pada saat terakhir sebelum Rosul hijrah ke Madinah, Nabi melantik sayidina Ali r.a. untuk mengembalikan segala simpanan itu kepada yang punya.

            Seorang sahabat Zubair bin Al-Awwam, tidak mau menerima uang dari orang dalam bentuk deposit. Dia lebih suka menerimaya dalam bentuk pinjaman . Abdullah bin Zubair menceritakan, bila ada orang datang membawa uang untuk disimpan untuk ayahnya, maka ayahnya akan berkata bahwa uang itu adalah pinjaman, beliau mempunyai hak untuk memakainya atau menggunakannya. Oleh karena itu, Zubair berkewajiban mengembalikannya utuh. Aktifitas mudharabah dan musyarakah juga telah dikenal sejak dulu. Dalam aktifitas pengiriman uang misalnya, dikisahkan Ibnu Abbas mengirim uang ke Kufa atau kisah Abdullah Zubair yang kerap mengirim uang dari Mekah ke adiknya Misab bin Zubair di Irak. hal serupa juga terlihat dalam aktivitas penggunaan cek. Misalnya ketika sayidina Umar bin Khattab r.a. mengimpor sejumlah besar barang dari Mesir ke Madinah. Untuk mempercepat distribusi, Khalifah mengeluarkan cek untuk penduduk Madinah. Contoh lain adalah kisah Saif Dawalah Al-Hamadani, amir di Aleppo, yang menggunakan cek  untuk membayar minum di kedai Bani Khaqan tanpa mereka sadar bahwa dia seorang amir.

            Sejarah perkembangan bank Islam modern dimulai dari berdirinya Mit Ghamr Local Saving Bank di Mesir. Akibat situasi politik saat itu, bank ini diambil oleh National Bank of Egypt dan Central of Egypt pada pertengahan 1967 sehingga kemudian beroperasi atas dasar riba. Pada 1972, sistim bank tanpa riba diperkenalkan kembalidengan berdirinya Nasser Social Bank di Mesir.

            Pada awal 1970-an dibentuklah organisasi konferensi Islam (OKI) yang diprakasai oleh antara lain almarhaum raja Faisal dari Arab Saudi yang juga menyarankan dibentuknya Bank Pembangunan Islam (IDB) pada 1975 yang dianggap sebagai pendorong berdirinya bank-bank Islam lainnya. Kemudian bank Islam bertambah di manca negara dengan pesat. Pesatnya pertumbuhan bank-bank Islam telah memberikan inspirasi bagi bank-bank kovensional untuk meniru dan ikut menawarkan produk-produk bank Islam. Alasan bank-bank konvensional menawarkan produk bank Islam itu semata-mata alasan komersial karena melihat besarnya pasar umat Islam yang pertumbuhannya diperkirakan lebih dari 15% per tahun.

            Beberapa bank konvensional bahkan membuka " Islamic Windows " dengan menawarkan produk-produk bank Islam, antara lain di Malaysia, the Islamic Transactions di cabang-cabang the Bank of Egypt, the Islamic Servicea di cabang-cabang the National Comercial Bank Saudi Arabia.  Citybank bahkan mendirikan Citi Islamic Investment Bank pada 1996 di Bahrain yang merupakan anak perusahan Citicorp. Chase Manhattan Banak telah mengembangkan produk Chase Manhattan Leasing Liquidity Program (CML) untuk memenuhi kebutuhan investasi overnaight dan short term yang halal . Produk-produk investment banking yang islami mulai ditawarkan oleh fund manager konvensional : the Wellington Management Company AS, dan Kleinworth Benson Bank, Inggris.

            Perusahaan-perusahaan besar yang berminat menggunakan jasa bank Islam juga makin banyak. Xerox, General Motors, IBM, General Electric, dan chrisler adalah sebagian dari perusahaan blue-chip di Amerika yang semakin banyak menggunakan ijara (islamic lease finance ) ; the United Bank of Kuwait pada 1994 lalu melaporkan pertumbuhan 75% untuk produk ijara di Amerika Serikat. Dari segi pengembangan teori bank Islam, Tidak kurang dari Harvard University mendirikan program khusus the Harvar Islamic Finance Information Program di bawah Harvard University Centre for Middle Eastern Studies, yang disponsori oleh the Islamic Investment Bankers (anak perusahaan Dar Al-Maal Al- islami Trust).

            Demikian selintas perkembangan Islam dalam kancah perbankan dunia. Yang kita harapkan adalah  sistim perbankan syariah ini terus memasyarakat dan berkembang.

]]>
http://kampungdamai.com/rss-comments/
Islam dan Tantangan Ekonomi http://kampungdamai.com/?pg=articles&article=32184 http://kampungdamai.com/?pg=articles&article=32184 Sun, 25 Apr 2010 12:11:27 +0700 Prima Wibawa Ilmu Ekonomi http://kampungdamai.com/?pg=articles&article=32184 Runtuhnya sosialisme dan perekonomian perencanaan sentral dibekas negara-negara Uni Soviet dan Eropa Timur menimbulkan sejumlah pertanyaan kerits bagi para pemerhati ideologi masa depan umat manusia. Apakah hal itu mewakili kehancuran sistem sosialis dan kemenangan tak terelakan bagi doktrin ekonomi Barat dan liberalisme politik seperti yang diklaim oleh kelompok antusias kapitalisme Barat yang menandai berakhirnya sejarah. Atau, hal itu hanyalah satu rentetan dari gelombang pasang surut sejarah yang tak pernah berakhir ? Apakah kejatuhan sosialisme itu sendiri berarti vindikasi bagi kappitalisme ? Jika sosialisme runtuh karena beban kontradiksi dan ketidakadilan, apakah itu berarti bahwa kapitalisme telah dapat mengatasi kontradiksi historisnya, ketidakadilan, dan kegagalan-kegagalannya ? Jika bangunannya sisialisme dalam beberapa hal disebabkan oleh kegagalan-kegagalan kapitalisme, bagaimana kejatuhannya itu bisa bermakna bahwa kegagalan-kegagalan kapitalisme (yang telah mendorong pencarian alternatif ) adalah ilusi ? Euforia pada saat jatuhnya dewa masih tetap menyisakan sejumlah pertanyaan kritis dalam benak mausia yang membutuhkan jawaban-jawaban yang tepat.

Islam dan Tantangan Ekonomi mewakili suatu upaya yang tepat dalam menjawab pertanyaan dan memberikan sugesti bahwa pencarian jawaban-jawaban tepat tidak harus terbatas pada pengalaman Barat, malahan dapat diperluas pada horizon religio-kultural yang lain. Hal itu mungkin akan membuka peluang-peluang baru yang radikal bagi kemanusiaan, jika akal pikiran yang tengah bertanya-tanya mau secara jujur dan objektif mengkaji kebaikan (merit) kepasrahan intelektual muslim bahwa jawaban-jawaban yang lebih memuaskan dan akurat bagi persoalan-persoalan ekonomi masa kini dapat ditemukan melalui pendekatan Islam.

Umat mausia di baawh kepemimpinan Barat, telah mengalami empat ideologi ekonomi utama dalam kurun tiga ratus tahun terakhir, yaitu kapitalisme, sosialisme, nasionalisme fasisme, dan negara kesejahteraan (welfare state). Semua ideologi tersebut didasarkan secara fundamental dan corak pada premis Barat bahwa agama dan moralitas tidak relevan untuk mengatasi problem-problem ekonomi umat manusia, sehingga urusan-urusan ekonomi lebih tepat kalau dipecahkan dengan menggunakan hukum-hukum perilaku ekonomi dan bukan ajaran moral tertentu.

Kapitalisme membangun rumahnya diatas prinsip usaha privat yang tak terbatas, motif mencari untung dan mekanisme pasar. Sosialisme membangun mileniumnya lewat BUMN, motivasi sosial, dan perekonomian perencanaan pusat. Fasisme merupakan raciakn antara kedua ideologi yang menghasilkan suatu kapitalisme negara yang digerakkan untuk mencapai pemenuhan kekuasaan dan petualangan militer. Negara kesejahteraan dibangun diatas suatu sistem ekonomi campuran, sebuah bentuk kapitalisme yang diracik dengan sejumput belas kasih sosialis. Meskipun terdapat prestasi-prestasi yang mencolok dalam bidang-bidang tertentu, ideologi-ideologi utama dunia ini telah gagal memecahkan problem-problem utama ekonomi umat manusia. Fasisme adalah ideologi pertama yang terperosok ke dalam kotak sampah sejarah. Ideologi terakhir yang runtuh adlah sosialisme. Adalah sangat bodoh bila kita menganggap dengan kejadian itu, kapitalisme dan negara kesejahteraan telah tervindikasi.

Krisis ekonomi masa kini masih tetap terasa mendalam dan mengkhawatirkan dan hanya dapat diabaikan dengan penderitaan yang memilukan. Ada sebuah keperluan mendesak bagi analisis objektif terhadap keseluruhan format ekonomi dengan suatu pandangan untuk mendapatkan pendekatan yang segar, yang mencari tujuan-tujuan efesiensi dan pemerataan sekaligus bagi seluruh umat manusia.

Karya Prof. M. Umer Chapra Islam dasn Tantangan Ekonomi mewakili upaya seperti itu. Dr. Chapra adalah ekonom profesional yang menimba ilmu di Universitas Karachi dan Minnesota. Beliau mempunyai pengalaman luas dalam mengajar dan riset di bidang ilmu ekonomi. Nama beliau selalu melekat dengan sejumlah lembaga-lembaaga riset akademik bergengsi seperti Institute of Development Economics and Central Institute of Islamic Research, Pakistan. Beliau telah mengajar pada Universitas Wisconsin, Plattvile, dan Kentucky, Lexington, USA. Selama dua puluh tahun terakhir, beliau tealh mengabdi sebagai ekonom senior Saudi Arabia Monotery Agency. Pengalaman telah memberikannya peuang unik untuk mereguk kedalaman sumur pengetahuan teoritis maupun aplikasi praktis ilmu ekonomi. Beliau menguasai betul perspektif pengetahuan Barat maupun Islam dalam ilmu ekonomi dan kemasyarakatan.

Dalam lima belas tahun terakhir, beliau secara mendalam terlibat dalam pengembangan pendekatan Islam pada ilmu ekonomi. Karyanya yang pertama, Towards a Just Monetary System (diterbitkan oleh Islmic Fondation, Leicester, 1985), memperoleh pujian di kalangan masyarakat akademik dunia Islam dan telah membawanya memperoleh medali bergengsi, yaitu Islamic Development Bank Award karena pengabdiannya pada ekonomi Islam (1990) dan King Faisal International Price untuk kajian Islam (1990). Dengan demikian Dr. Chapra adalah pakar yang kompete, yang dapat berbicara secara lebih fundamental, mengenai persoalan-persoalan sistem perekonomian saat ini.

Islam dan Tantangan Ekonomi merupakan hasil kerja riset dan renungan selam satu dekade. Dalam karya ilmiah ini, beliau mengkaji dengan kecanggihan dan ketelitian seorang pakar terhadap tiga sistem ekonomi Barat dan berakhir dengan suatu lembaran neraca realistis dari prestasi-prestasinya maupun kegagalan-kegagalannya. Beliau juga mengemukakan pendekatan Islam terhadap ekonomi dan persoalan-persoalannya serta mengajukan saran-saran konkret bagi restruturisasi perekonomian dunia muslim, sekaligus memperlihatkan jalan-jalan baru menuju perencanaan pembangunan. Secara lebih luas, resepnya bagi dunia muslim mengandung perencanaan pembangunan dibarengi dengan aplikasi filter moral yng secara sosial disepakati dalam mekanisme pasar, motivasi yang berbasis lebih luas bagi usaha-usaha ekonomi, dan reformasi sturuktural fundamental untuk membangun suatu kerangka kerja yang mendukung ke arah itu.

Dalam mengemukakan persoalan ini, Dr. Chapra telah bertindak sebagai seorang ilmuwan sosial yang terlatih (ahli) sekaligus sebagai seorang sarjana muslim yang obyektif. Penguasaannya terhadap sistem ekonomi kontemporer dan persoalan-persoalannya sangat menyeluruh dan komprehensif, presentasinya mengenai tatanan ekonomi Islam sangat akurat dan myakikan, kritiknya yang seimbang terhadap sistem Barat dan juga sisitem masyarakat muslim kontemporer dilakukan dengan gaya kesarjanaan yang sederhana, jelas, dan preskriptif. Islam dan Tantangan Ekonomi bukan hanya berbicara tentang teori. Namun, amat relevan bagi pembuat kebijakan, bukan saja dalam dunia muslim, tetapi juga bagi dunia keseluruhan.

Saya memprediksi Islam dan Tantangan Ekonomi akan menjadi sebuah buku standar sistem ekonomi kontemporer dan sebuah katalisator yang mendukung pendekatan Islam bagi solusi persoalan-persoalan ekonomi dunia muslim kontemporer.

Kontribusi unik Dr. Chapra terletak pada realisme pemikiran dan pendekatannya. Beliau mengidentifikasi masalah dengan jelas, beliau membahas pendekatan-pendekatan yang berlaku dengan jarak profesional, mengakui pencapaian pengalaman lain tanpa reserve dan menganalisis kegagalan-kegagalan tanpa berlebih-lebihan, pada saat yang sama beliau mengetengahkan alternatif Islam dengan penuh ketepatan tanpa apologi.

Dr. Chapra secara jelas telah mendemonstrasikan bahwa kebahagian tidak dpat dicapai melalui penguasaan materi semata-mata, dan bahwa efesiensi dan pemerataan dapat menjadi konsep yang operasional hanya bila hal itu didefinisikan kembali dalam konteks hubungannya dengan nilai-nilai moral dan struktur sosio-ekonomi. Pembahasannya merupakan anjuran bagi penemuan kembali manusia sebagai pusat dari usaha-usaha dan pemikiran-pemikiran ekonomi. Beliau memakai sarana-sarana analisis ekonomi seperti sarjana Barat menggunakannya.

Namun, kontribusi riilnya terletak pada usaha pemikiran kelas tinggi untuk membangun rumah baru bagi ilmu ekonomi yang tidak tercabut dari akar moralnya, dan usaha-usaha ekonomi dapat berlangsung dalam suatu kerangka kerja sosioekonomi yang menjamin alokasi yang efesien dan distribusi yang merata sekaligus. Bukan sekedar bagi segmen tertentu dari masyarakat kemanusiaan, tetapi bagi semuanya. Beliau mencoba mengangkat ilmu ekonomi meuju tahapan evolusi berikutnya, ketika menggambarkan sumber-sumber moralnya dan pengalaman-pengalaman empiris yang menyusuri beberapa kurun abad, yang barangkali dapat memainkan peranan penting menuju pemahaman kemanusiaan umum, bukan sekadar pencapaian materi bagi kalangan bergengsi saja. Jika ilmu ekonomi harus mencapai rahmat bagi manusia, suatu alat untuk mencapai kebahagiannya, maka dimensi yang hilang perlu ditemukan kembali. Islam dan Tantangan Ekonomi adalah suatu langkah ke depan menuju sebuah ilmu ekonomi masa depan.

]]>
http://kampungdamai.com/rss-comments/
Sebuah pesan untuk para santri. http://kampungdamai.com/?pg=articles&article=30889 http://kampungdamai.com/?pg=articles&article=30889 Sun, 11 Apr 2010 05:51:35 +0700 Prima Wibawa Dokumenter http://kampungdamai.com/?pg=articles&article=30889

Wahai Santri-santriku…

1.      Menyikapi, menghadapi badut-badut masyarakat perlu berhati-hati. Waspadalah kepada siapapun yang menghadiahi applaus pujian atau cemoohan.

2.      Konspirasi Internasional global semakin galak untuk memangsa, tetapi itu aksioma hak dan bathil yang takkan berhenti. Ananda harus tahu siapa kawan siapa lawan.

3.      Sebagaimana di kelas, di pondok diabsen, maka di rumah di desa (kampung) dan di daerah ananda pun selalu diabsen, minimal oleh malaikat.

4.      Wanita qodratnya pemalu. Berapa persenkah sifat itu tetap bersama ananda? Dan dalam hal apa ananda malu?!

5.      Fenomena pesantren banyak diamati orang, memang unik tapi berhasil karena kegiatan di dalamnya yang terbimbing.

6.      Syi’ar Islam tanpa tegaknya syari’at hanya kekosongan dan keropos. Syari’at tanpa syi’ar terasa kering dan kaku… Perhatikan, camkan!

7.      Waspadalah! Waspadalah! Pemurtadan partial dan menjurus pemurtadan total sedang gencar!

  8.      Perang peradaban sudah berjalan sekian lama, ananda punya kesempatan mahal saat ini untuk melibatkan diri.

9.      Wanita/perempuan menjadi salah satu target strategi yang digunakan kaum “wa lan tardlo” maka tegaklah berdiri, tegakkanlah ‘aqidahmu! Pintu jihad terbuka kini.

  10.  Mulai tampak keterpurukan-keterpurukan peradaban tanpa moral, tanpa syara’ yang dibangun oleh zionisme.

11.  Bangkrut dari dalam dirinya sendiri. Kecongkakan adalah awal dari kehancuran. Itu hukum Allah dan hukum alam. Percayalah!

12.  Santri itu terhormat dan santri yang mencari dihormati itu palsu. Predikat itu sudah ada dalam diri ananda, katanya, apa benar?!

13.  Raport manusia terhadap diri ananda tidak ada artinya jika raport Malaikat….Njemblek ….

14.  Pandangan manusia tak berarti bagi yang memohon pandangan mesra dari Allah SWT.

15.  Beruntung dan menguntungkanlah mereka yang memfungsikan hati, akal dan tenaganya. Mengurangi, rugi dan merugikan.

16.  Insan kursi jabatan terkena pensiun…Pengabdi umat takkan terkena apalagi insan jihad.

17.  Derajat seseorang setinggi tingkatan perhatiannya.

18.  Janganlah kewanitaanmu hanya tampak di saat bersama dan atau di hadapan pria.

19.  Dulu ada orang waras dituduh gila karena paling sehat. Kini banyak orang dianggap waras, padahal……nggak tahu yee?!

20.  Kesabaran, keikhlasan, pengorbanan sudah sering dipidatokan, didiskusikan, kapan ananda menyikapinya?!

21.  Umat kita senang berbicara kurang mendengarkan. Bagaimana ananda?

22.  Orang kaya banyak yang sukar tidur, orang miskin sulit makan. Apa sebab?

23.  Tidak ditanya bercuap-cuap. Kalau ditanya tak bisa menjawab. KUALITAS mbaak!

24.  Wanita lebih sering berandai-andai daripada pria, batasilah agar syaitan tidak masuk!

25.  Dunia ini luas, medan perjuangan dan pengabdian terbuka lebar. Galilah alternatif! Aktifkan aspirasi!

26.  Islam selalu diadili oleh pandangan-pandangan orang-orang yang mengaku muslim, sekaligus Islam diadili oleh ulah tingkah umatnya yang memalukan. Bukalah hati, akal dan fikirmu dengan merenungi sumber-sumber hidayah dan ajarannya dengan seksama.

27.  Waspadalah bahwa kandungan ayat   وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُوْدُ dst tetap berlangsung hingga kini!

28.  Kecemburuan keislaman harus ditanamkan dalam diri semua umat, khususnya ananda sendiri.

29.  Jangan sekali-kali merasa lebih dari orang/pihak lain. Itu awal dari kehancuran.

لا أحد أحسن من أحد

لا جديد تحت الشمس

Demikianlah Ahli Hikmah berpedoman.

                                                                                                     

30.  Tanggungjawab sebagai seorang wanita tak ada berhentinya. Apalagi wanita muslimah.

31.  Banyak “plesetan-plesetan” kehidupan di sekitar kita, tanpa sempat diketahui dengan pasti pembuat atau perancangnya!

32.  Penyimpangan dari kodrat kewanitaan pasti menghadapi benturan di dunia dan akhirat.

33.  Sunnatullah itu tetap tidak mungkin berubah atau diubah. Janganlah santriyyah-santriyyahku terkecoh.

34.  Fungsikanlah “Nurani Ilahy” dalam menentukan apa saja. Berangkatlah dari sumber ajaran Islam dalam berjalan….dan berperilaku!

35.  Hidup ini adalah pendidikan abadi bagi seluruh alam, termasuk manusia. Dan ternyata manusialah yang sanggup mengemban “amanah” kakhalifahan.

36.  Waspadalah terhadap pengajar-pengajar gadungan dan pelajaran-pelajaran pastur-pastur bersorban. Pelajaran-pelajaran palsu mempesona, merayu… banyak keluar dari pakar-pakar bertitel.

37.  Renungkanlah ayat-ayat Allah yang tertulis di kitab-Nya dan di luar kitab-Nya… dengan renungan yang cukup….   Jangan tergesa-gesa sebab  hidayah tidak mudah dimiliki dengan jual beli, tapi dengan mujahadah yang jujur, dan istiqomah yang abadi…. sepanjang umur manusia.

  38.  Ilmu itu netral tidak berpahala tidak berdosa. Manusia dengan sikapnyalah yang berpahala dan atau berdosa.

39.  Peganglah keislamanmu dengan sungguh-sungguh, dengan kuat…. ”biquwwah”

40.  Pewarisan nilai-nilai lebih utama dari manusianya.

41.  Kalau laki-laki dan perempuan jadi manusia beneran, maka Islamlah tempat yang tepat.

42.  Setiap insan mempunyai bakat menonjolkan dirinya, Cuma kadar, cara dan hasilnya yang berbeda-beda. Hati-hatilah!

43.  Pandai-pandailah memilih mana yang prinsipil, jangan menjadi insan “mendinganistist” atau mangsa/objek makhluk-makhluk ambisius dunia.

44.  Banyak teka-teki: menyejahterakan kemudian mentaatkan kemudian mengislamkan dan sebaliknya. Banyak juga yang terkecoh dengan istilah “ummiyyah” atau penemuan ilmiyyah. Ada juga yang sibuk mengurusi orang gila, padahal yang waras masih banyak.

45.  Sistem terbaik itu tidak ada dan tidak akan pernah ada. Maka boleh saja orang berusaha menjadi “The First” tapi itu bukan “The Best”.

46.  Kepada siapa Islam ini Allah titipkan? Generasi dua satu dan seterusnya menanggung dan menjawab.

47.  Jangan menjadi generasi DDMM (Daripada Daripada Mendingan Mendingan). Generasi terpaksa… memaksa… pemaksaan… keterpaksaan… keterpaksaan memaksa dan lain sebagainya.

48.  Al-Qur’an sumber hidayah dan ilham, bukan hanya rujukan referensi fikiran. Hati-hati…. puber intelek… puber ilmiyyah.

49.  Atasanmu hanya Allah dan bawahanmu hanya bumi, jangan terbalik. Apalagi memperebutkan hasil bumi.

50.  Sejarah orang lain takkan berjalan sama dengan sejarah anda. Jangan mengkhayal! Cukuplah dengan rumusan Sunnatullah.

51.  Harga diri adalah anugerah asasi manusia dari Allah, tidak perlu dikejar! Cukup dipertahankan keutuhannya.

52.  Jadilah orang yang ditiru, bukan yang meniru. Tentu dalam hal ini untuk hal-hal yang positif.

53.  Mengajar adalah sebagian dari mengamalkannya. Memberi contoh lebih mudah daripada menjadi contoh.

54.  Lidah hanya satu, mata dan bibir ada dua. Tapi mengapa yang dua tidak kuat/tidak kuasa mengendalikan yang satu?

  55.  Berhusnudhdhonlah kepada Allah dan Anshor-anshor-Nya dan bersu’udhdhonlah kepada syetan dan anthek-antheknya.

  56.  Kebesaran, kekuatan, ketinggian, kepintaran/keilmuan mayoritas tidak/bukan dasar/jaminan untuk memimpin atau mengatur. Jangan terkecoh!

  57.  Kepicikan banyak pemimpin terkadang menjadi pengganggu ananda dalam menjaga dan menjalankan HARGA DIRI ananda.

58.  Banyak sekali manusia sombong atas ke”picik”annya, bangga atas ke”buta”annya.

59.  Hanya dengan ke”islam”an anda dan dunia ini selamat. Orang Barat dan Timur banyak masuk Islam, sementara umat Islam banyak yang “murtad” dengan caranya masing-masing.

60.  Ananda takkan mungkin “puas” di dunia ini sampai kapanpun dan dimanapun. Ridlo Allah-lah yang penting!

61.  Sistem amanat sangat boleh berubah. Itulah ke”luwes”an Islam, tapi nash-nash Islam tak boleh diganti atau diubah!

62.  Akhirnya, baca Al-Qur’an seumur hidupmu!



                                              KH. Hasan Abdullah Sahal


]]>
http://kampungdamai.com/rss-comments/